kau adalah lu’luil maknun..teruslah berjuang….

[Glitterfy.com - *Glitter Photos*]
Tak ada satupun ketaatan yang tidak
diiringi dengan ujian, tak ada satupun
kekuatan yang tidak diiringi dengan
kesakitan. Begitu pula dalam hidup,
dengan aktivitas dan pemaknaannya, yang
senantiasa dibayar mahal oleh Allah
dengan janji-Nya yang indah bagi siapa
saja yang mampu melewatinya.
Allahumma Rabbanaa…
Tsabbit quluubanaa ‘alad diinik
Tsabbit aqdaamanaa ‘alath thoo’atik
Berlari demi mengejar ketertinggalan,
terengah dengan keadaan yang membuat
kita jengah, kebingungan yang datang
hingga membuat kita tak tentu arah.
Ketika kita dalam kesendirian menghadapi
itu semua, dan tak ada satupun yang tahu
bagaimana akhir dari sebuah penyelesaian
selain kita yang mengetahuinya, terlebih
Allah.
Keterbatasan dan ketidakmampuan yang tak
sanggup kita hindarkan, sikap menarik
diri dari lingkungan yang dikhawatirkan
akan mengurangi kebaikan yang menjadi
sebuah pilihan. Ya…semua itu adalah
pilihan yang telah melalui proses
perhitungan.
Lalu, apa yang semestinya dilakukan?
Dalam QS. Ali Imran: 200, Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman,
bersabarlah kamu dan kuatkanlah
kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga
(di perbatasan negerimu) dan bertakwalah
kepada Allah, supaya kamu beruntung.”
Sabar. Ya…sabar. Memang, meniti sebuah
kesabaran itu tidaklah mudah. Di dalam
sebuah nasihatnya seorang sahabat pun
menuturkan, bahkan dalam menuliskan kata
sabar pun kita memerlukan sebuah
kesabaran yang amat sangat.
Dalam QS. Al Baqarah: 45, Allah berfirman:
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu. dan Sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi
orang-orang yang khusyu’,”
Shalat. Dengan shalat, kita bangun
komunikasi dengan Sang Pemilik Jiwa,
Allah. Tiada satu pun makhluk-Nya yang
dapat menentramkan hati seperti-Nya.
Adukan semua yang kita rasakan pada-Nya,
jika perlu sampai tetes terakhir dari
airmata yang tertumpah. Sama halnya yang
dilakukan oleh Abu Bakar ra, seorang
sahabat yang memiliki perangai yang
keras namun lembut hatinya.
Dalam QS. Asy Syuura: 28, Allah berfirman:
“dan Dialah yang menurunkan hujan
sesudah mereka berputus asa dan
menyebarkan rahmat-Nya. dan Dialah yang
Maha pelindung lagi Maha Terpuji.”
Lalu…lihatlah di luar sana, Allah sedang
menebarkan rahmat-Nya. Keteduhan di
tengah hiruk pikuk, kesejukan di tengah
kekeringan, kelapangan di tengah
kesempitan, dan Allah tunjukkan jalan
keluar.
Dalam QS. Alam Nasyrah: 5, Allah berfirman:
“karena Sesungguhnya sesudah kesulitan
itu ada kemudahan”
Dan…jangan pernah kita menghentikan
langkah. Menghentikan langkah, berarti
kita telah memilih sebuah kematian
sebagai sebuah penyelesaian. Layaknya
orang mati, tiada lagi kita mempunyai
kesempatan untuk lebih bermanfaat bagi
diri dan orang lain. Ya…tetap saja,
semua memerlukan waktu.
Wallahu a’lam.